Archive for the ‘Activities’ Category
Iseng-iseng Berhadiah
Inilah salah satu hasil keisengan saya di waktu senggang. Sambil mengasah otak dan menambah wawasan, alhamdulillah berhasil memecahkan rekor, juga mendapatkan hadiah berupa DVD Tutorial dan sebuah kaos cantik.
Jakarta – Kuis berhadiah DVD Tutorial Microsoft Office telah usai dilaksanakan. Simak 10 pemenang yang beruntung mendapatkan hadiah tersebut di detikINET.

Kuis Online seputar pengetahuan dan wawasan Teknologi Informasi digelar Bamboomedia dengan didukung oleh detikINET. Kuis ini telah digelar sejak 2 November 2009 hingga 30 November 2009.
Berikut adalah nama 10 pemenang yang berhak mendapatkan hadiah berupa DVD Tutorial gratis dari Bamboomedia. Tercantum pula asal institusi yang dituliskan peserta dan nilai akhir yang diraih.
- Salman (Universitas Indonesia – Depok) 18075795
- Samanta (ITB – Bandung) 8375873
- Yudho (Gunadarma – Jakarta) 7327457
- Thar (Jakarta) 6290830
- Daniel (ITB – Jakarta) 6000606
- Alvin (USU – Medan) 3546241
- Wahyu (ITB – Bandung) 3132190
- Salman (Universitas Indonesia – Depok) 2227163
- Saiful (SMK 26 – Jakarta) 2001271
- Jayadi (UIN – Ciputat) 1629490
Pemenang akan dihubungi oleh pihak Bamboomedia terkait pengiriman hadiah. ( wsh / wsh )
Referensi : DetikiNet.com
2. Right-Click then Copy
3. Paste the HTML code into your webpage
Belajar dari Ismail dan Daisuke Nakanishi
Ismail, pemuda kelahiran Indramayu – Jawa Barat berusia 40 tahun. Daisuke, sarjana ekonomi lulusan Osaka University. Keduanya tak jauh berbeda, sama-sama pemimpi dan pedjoeang yang tangguh dalam mewujudkan mimpinya. Saya belajar banyak dari mereka. Meski baru sempat membaca kisahnya lewat media (belum pernah ketemu langsung), tapi kisah perdjoeangan mereka benar-benar memberikan inspirasi yang sangat berharga. Ah… saya jadi terbakar nih… ingin seperti mereka berdua yang telah berhasil mewujudkan impian-impiannya…
——————————–
Ismail (kanan), penjelajah Indonesia asal Indramayu, Jawa Barat, bersama anggota klub sepeda onthel Kota Jambi, Didin, di Jambi, baru-baru ini.
Penampilannya penuh percaya diri. Tak ada rasa sungkan berhadapan dengan orang-orang yang baru dikenal. Tebaran senyum dan gaya bicaranya pun bersahabat. Berbicara dengannya seperti bertemu kembali dengan sahabat karib yang sudah lama tak bersua.
Begitulah gaya Ismail (40), penjelajah Indonesia warga Indramayu, Jawa Barat ketika bertemu wartawan di pelataran parkir kantor Gubernur Jambi, Selasa (28/7). Kendati bertemu wartawan secara kebetulan dan dia tergesa-gesa untuk bertemu Gubernur Jambi, H Zulkifli Nurdin, dia tetap melayani perbincangan dengan wartawan seperti kawan sendiri.
“Nggak apa-apa ngobrol sebentar. Biasa, berbagi pengalaman,” katanya. Tanpa banyak ditanya wartawan, Ismail pun secara spontan mengisahkan ihwal penjelajahan Indonesia yang dilakoninya.
2. Right-Click then Copy
3. Paste the HTML code into your webpage
Sepotong Episode Perdjoeangan Imagine Cup 2009 [edisi jalan-jalan di kairo]
Enam belas mahasiswa Indonesia yang berasal dari UI, ITB, UGM dan UII mewakili Indonesia pada ajang Imagine Cup Worldwide Student Technology Competition 2009 yang diselenggarakan oleh perusahaan perangkat lunak Microsoft, 3-8 Juli 2009 di Kairo, Mesir. Dengan didampingi oleh seorang perwakilan Microsoft Indonesia (Julius Fenata) dan dua orang mentor (mahasiswa tingkat akhir ITB – Ella Madanella – dan dosen Teknik Elektro UI – Dodi Sudiana -), saya dan rekan-rekan seperdjoeangan lepas landas dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta menuju Kairo pada kamis (2/7/2009) malam. Rasanya sungguh luar biasa ketika saya melangkahkan kaki di dalam pesawat Singapore Airlines yang membawa kami terbang mengarungi luasnya langit Sumatera. Jerih payah yang dilakukan selama berbulan-bulan siap digantikan dengan sebuah kesempatan luar biasa, untuk berkompetisi dengan ratusan mahasiswa lain dari 76 negara di seluruh dunia demi mempersembahkan yang terbaik untuk tanah air Indonesia. Burung garuda tersemat di dada kami, putra-putri bangsa.
Pesawat Singapore Airlines dengan nomor penerbangan SQ963 siap mengantarkan kami dari Jakarta ke Singapura untuk kemudian ke Dubai dan Kairo, selama 12 jam. Melelahkan, tetapi seluruh anggota kontingen tidak dapat menutupi antusiasme ketika menginjakkan kaki untuk pertama kalinya di negeri para Nabi. Sesampainya di Bandara Kairo, kami disambut dengan senyum dan keramahan panitia. Perjalanan pun dilanjutkan dengan menggunakan bus menuju City Stars, salah satu kawasan elit di Kairo yang sebanding dengan kawasan Sudirman di Jakarta.
Sepanjang perjalanan saya melihat eksotisme kota Kairo yang penuh dengan romantisme sejarah yang mengagumkan. Sejenak, saya teringat ayat-ayat Al-Qur’an yang mengisahkan tentang Musa kecil yang dihanyutkan ibunya ke sungai nil untuk menghindari kekejaman Fir’aun. Ketika melewati sebuah halte bus, saya juga teringat sebuah adegan dalam film Ketika Cinta Bertasbih, saat ukhti Anna dan ukhti Erna ditolong oleh Khairul Azzam setelah kecopetan di dalam bus. Kami sampai di Intercontinental City Stars Hotel jum’at (3/7/2009) jam 7 pagi, dilanjutkan dengan mengambil kunci kamar dan langsung menuju kamar masing-masing. Saya yang sekamar berdua dengan Ardi sejenak menahan nafas ketika menatap wajah Kairo dari jendela kamar 524. Sungguh tidak pernah terbayangkan sebelumnya, perdjoeangan panjang yang kami lalui selama 6 bulan lebih dapat berbuah kesempatan untuk merasakan pengalaman indah seperti ini.
2. Right-Click then Copy
3. Paste the HTML code into your webpage
Sepotong Episode Perdjoeangan Imagine Cup 2009 [Bagian 1]
Alhamdulillah, segala puji bagi Allah yang telah memberikan kekuatan untuk menuliskan setetes ilmu yang dititipkan kepada saya. Sungguh senang rasanya bisa ngeblog lagi setelah jeda beberapa hari. Kali ini, saya ingin menampilkan edisi spesial yang ~mungkin~ sudah dinantikan kehadirannya oleh para pembaca, Sepotong Episode Perdjoeangan Imagine Cup 2009. Jujur… sudah lama saya ingin berbagi kisah ini kepada teman-teman. Namun, aktivitas yang lumayan padat selalu saja menjadi penghalang untuk segera melakukannya. Padahal, apa sih susahnya menulis? Apalagi yang akan ditulis ini berasal dari pengalaman sendiri. Seharusnya bisa lebih mudah, karena setiap bagian dari kisah tersebut sudah terekam jelas di dalam memori otak. Tinggal menuangkannya saja dalam susunan kata-kata yang jelas dan enak dibaca. Tapi, untuk memulai sebuah tulisan itu terkadang memang perlu setengah dipaksa. Awalnya terasa berat, tapi ketika sudah menemukan alurnya, untaian kata itu justru akan mengalir deras dengan sendirinya.
Baiklah… tanpa berpanjang kata. Langsung saja, izinkan saya menceritakan perjalanan tim pedjoeang di ajang kompetisi Imagine Cup 2009 dalam paragraf-paragraf kata. Karena diprediksi akan menjadi tulisan yang saaaangat panjaaaaang, yang bahkan saya sendiri belum bisa memprediksi panjangnya, maka tulisan ini akan saya pecah menjadi beberapa seri.
Seperti yang sudah teman-teman ketahui, saya dan tim pedjoeang berhasil masuk 5 besar untuk kategori Design For Development Award. Dan karena masuk 5 besar inilah, saya bersama tiga orang pedjoeang lainnya, yaitu Dewi Nur Aisyah (FKM UI 2006), Genta Moerita (Fasilkom UI 2006) dan Ardiansyah (FTUI 2006) mendapatkan kesempatan untuk mengikuti kompetisi final di Kairo, Mesir.
2. Right-Click then Copy
3. Paste the HTML code into your webpage
Rencana Kecil untuk Bangsa
Gagasan ini berawal dari perasaan sedih karena melihat bangsa kita dilecehkan oleh tetangga sendiri. Masih terekam jelas dalam ingatan kita tragedi yang menimpa pulau sipadan, ligitan dan ambalat. Begitu pula yang terjadi pada produk-produk budaya Indonesia. Telah tercatat kurang lebih 31 budaya khas Indonesia yang diklaim oleh negeri tetangga, diantaranya Tari Pendet, Reog Ponorogo, Angklung dan Rasa Sayange. Kasus terakhir yang menimpa Tari Pendet benar-benar terasa menyakitkan. Jelas-jelas Tari Pendet itu khas bali, tapi kenapa pemerintah negeri tetangga terkesan membiarkan atau bahkan “merestui” perbuatan tidak terpuji seperti itu. Alhasil, hal ini menyulut emosi rakyat Indonesia yang peduli. Kehebohan pun terjadi, baik di dunia nyata ataupun maya. Berbagai elemen rakyat turun aksi ke jalan-jalan. Bendera negeri tetangga dibakar. Forum-forum dunia maya pun ramai dengan komentar, cacian, makian hingga ajakan perang. Saya juga jadi ikutan emosi.
Ingin rasanya marah, tapi pada siapa aku harus marah? Dan apakah dengan marah bisa menyelesaikan masalah? Belum tentu, bahkan mungkin malah berpotensi menambah masalah. Kesal rasanya hati ini, tapi kemana aku harus menumpahkan semua kekesalan ini? Dan apakah setelah menumpahkan semua rasa kesal di hati bisa memperbaiki kondisi yang terjadi kini? Belum tentu, bahkan boleh jadi hanya menjadi sebuah kesal tanpa arti.
“Saya harus melakukan sesuatu”, itulah kalimat tegas yang akhirnya muncul di otakku dan diamini oleh hatiku.
“Kesalahan terbesar adalah tidak melakukan apa-apa, karena kau hanya bisa melakukan sedikit hal. Lakukan apa yang kau bisa lakukan” (Sidney Smith)
2. Right-Click then Copy
3. Paste the HTML code into your webpage
diMulai Kembali Dengan Bismillah
Tidak terasa sudah dua tahun lebih saya ngeblog. Suka duka telah saya lewati bersama puluhan tulisan yang tersebar di penjuru alam maya. Semuanya berawal dari virus ayo Ngeblog! yang disebarkan oleh beberapa senior saya di Fasilkom UI. Tersebutlah nama para tersangka, antara lain Ilman, Kamal dan Agung. Saya pun harus pasrah menerima kenyataan menjadi salah seorang maba yang positif terjangkit virus tersebut. Hingga tiba suatu masa, ketika virus ayoNgeblog! sudah berhasil menjangkiti seluruh sel tubuh, saya pun tak sanggup menahan diri untuk membuat blog pertama, 1337.
Bersama 1337, saya berhasil menorehkan 50 tulisan. Temanya pun beragam, mulai dari refleksi diri, seperti Kilas Balik Kehidupan dan Seandainya kematian itu datang, hingga resume dari momen-momen berharga, seperti Kompetisi Karya Tulis Mahasiswa IPA (Behind The Scene) dan Apa Arti TENS 2008 Bagimu. Senang rasanya kalau membaca kembali tulisan-tulisan tersebut. Bagaikan memasuki pintu waktu ke masa silam. Seperti membaca buku sejarah perjalanan hidup dimana saya sendiri yang menjadi pelaku dan penulisnya.
2. Right-Click then Copy
3. Paste the HTML code into your webpage


Salman Salsabila, anak kedua dari sembilan bersaudara. Lahir di Cirebon, 25 September 1989. Menyelesaikan pendidikan SD, SMP dan SMA di Serang, Banten. Pernah mengikuti karate dan PMR di SMP N 4 Serang. Menjadi ketua RISMA SMAN 1 Serang periode 2004-2005 dan Ketua Umum KAPMI Daerah Banten periode 2005-2006. Beberapa kali mewakili SMA N 1 Serang meraih juara di perlombaan tingkat Kabupaten, Provinsi dan Nasional. Kini, sebagai mahasiswa tingkat 4 Fasilkom UI. Menjadi salah seorang peraih 








