Archive for the ‘Other Side of Me’ Category

Iseng-iseng Berhadiah

Inilah salah satu hasil keisengan saya di waktu senggang. Sambil mengasah otak dan menambah wawasan, alhamdulillah berhasil memecahkan rekor, juga mendapatkan hadiah berupa DVD Tutorial dan sebuah kaos cantik.

Jakarta – Kuis berhadiah DVD Tutorial Microsoft Office telah usai dilaksanakan. Simak 10 pemenang yang beruntung mendapatkan hadiah tersebut di detikINET.

Kuis Online seputar pengetahuan dan wawasan Teknologi Informasi digelar Bamboomedia dengan didukung oleh detikINET. Kuis ini telah digelar sejak 2 November 2009 hingga 30 November 2009.

Berikut adalah nama 10 pemenang yang berhak mendapatkan hadiah berupa DVD Tutorial gratis dari Bamboomedia. Tercantum pula asal institusi yang dituliskan peserta dan nilai akhir yang diraih.

  1. Salman (Universitas Indonesia – Depok) 18075795
  2. Samanta (ITB – Bandung)     8375873
  3. Yudho (Gunadarma – Jakarta)   7327457
  4. Thar (Jakarta)     6290830
  5. Daniel (ITB – Jakarta)    6000606
  6. Alvin (USU – Medan)    3546241
  7. Wahyu (ITB – Bandung)    3132190
  8. Salman (Universitas Indonesia – Depok)  2227163
  9. Saiful (SMK 26 – Jakarta)    2001271
  10. Jayadi (UIN – Ciputat)    1629490

Pemenang akan dihubungi oleh pihak Bamboomedia terkait pengiriman hadiah. ( wsh / wsh )

Referensi : DetikiNet.com

2 people like this post.
Link To This Post
1. Click inside the codebox
2. Right-Click then Copy
3. Paste the HTML code into your webpage
codebox
powered by Linkubaitor

Belajar dari Sahabat Sang Raja

Kisah ini mengajarkan kita untuk selalu melihat segala yang terjadi dalam hidup dengan sudut pandang yang positif. Seburuk apapun bencana yang menimpa kita, yakinlah selalu… ada rahasia kebaikan yang ~mungkin~ belum dapat tersingkap sekarang. Tetap berpikir positif dan tetap optimis dalam menjalani setiap momen kehidupan kita. :)

Suatu hari, raja mengajak kawan tersebut untuk berburu. Sang kawan bertugas membawa senapan-senapan sang raja dan mengisi pelurunya. Dalam perburuan itu, raja melihat seekor rusa jantan, yang segera dikejarnya dengan mengendarai kuda, sementara sang kawan, di atas kuda yang lain mengikutinya sambil memberikan senapan sang raja. Naas bagi raja, rupanya senapan tersebut tidak terkunci dan ketika berpindah ke tangannya, picunya tertarik dan raja menembak kakinya sendiri.

Raja terjatuh dari kuda, kaki kanannya berlumuran darah. Sambil mengerang kesakitan, ia melihat bahwa Ibu jari kakinya putus tertembak. Sang kawan turun dari kuda dan mendekati sang raja, tetap dengan sikapnya yang ceria. Ia berusaha menghibur raja, “Tak apa-apa” katanya, “Baginda bisa saja terluka lebih parah. Ini hal yang baik”.

Read the rest of this entry »

1 people like this post.
Link To This Post
1. Click inside the codebox
2. Right-Click then Copy
3. Paste the HTML code into your webpage
codebox
powered by Linkubaitor

Belajar dari Pensil

Seorang anak bertanya kepada neneknya yang sedang menulis sebuah surat.

“Nenek lagi menulis tentang pengalaman kita ya? atau tentang aku?”

Mendengar pertanyaan si cucu, sang nenek berhenti menulis dan berkata kepada cucunya,

“Sebenarnya nenek sedang menulis tentang kamu, tapi ada yang lebih penting dari isi tulisan ini yaitu pensil yang nenek pakai.”

“Nenek harap kamu bakal seperti pensil ini ketika kamu besar nanti” ujar si nenek lagi.

Mendengar jawab ini, si cucu kemudian melihat pensilnya dan bertanya kembali kepada si nenek ketika dia melihat tidak ada yang istimewa dari pensil yang nenek pakai.

“Tapi nek sepertinya pensil itu sama saja dengan pensil yang lainnya.” Ujar si cucu.

Si nenek kemudian menjawab, “Itu semua tergantung bagaimana kamu melihat pensil ini.”

“Pensil ini mempunyai 5 kualitas yang bisa membuatmu selalu tenang dalam menjalani hidup, kalau kamu selalu memegang prinsip-prinsip itu di dalam hidup ini.”

Si nenek kemudian menjelaskan 5 kualitas dari sebuah pensil.

Read the rest of this entry »

4 people like this post.
Link To This Post
1. Click inside the codebox
2. Right-Click then Copy
3. Paste the HTML code into your webpage
codebox
powered by Linkubaitor

Belajar dari Laba-laba

Di suatu sore hari, tampak seorang pemuda tengah berada di sebuah taman umum. Dari raut wajahnya tampak kesedihan, kekecewaan dan frustasi yang menggantung disana. Dia sebentar berjalan dengan langkah gontai dan kepala tertunduk lesu, sebentar terduduk dan menghela napas panjang, kegiatan itu diulang berkali-kali seakan dia tidak tahu apa yang hendak dilakukannya.

Saat itu, tiba-tiba pandangan matanya terpaku pada gerakan seekor laba-laba yang sedang membuat sarangnya diantara ranting sebatang pohon tempat dia duduk sambil melamun. Dengan perasaan iseng dan kesal diambilnya sebatang ranting dan segera sarang laba-laba itupun menjadi korban kejengkelan dan keisengannya, dirusak tanpa ampun. Perhatiannya teralih sementara untuk mengamati ulah si laba-laba. Dalam hati dia ingin tahu, kira-kira Apa yang akan dikerjakan laba-laba setelah sarangnya hancur oleh tangan isengnya? Apakah laba-laba akan lari terbirit-birit atau dia akan membuat kembali sarangnya di tempat lain?

Read the rest of this entry »

2 people like this post.
Link To This Post
1. Click inside the codebox
2. Right-Click then Copy
3. Paste the HTML code into your webpage
codebox
powered by Linkubaitor

Kerja adalah Kehormatan

Seorang eksekutif muda sedang beristirahat siang di sebuah kafe terbuka. Sambil sibuk mengetik di laptopnya, saat itu seorang gadis kecil yang membawa beberapa tangkai bunga menghampirinya.

”Om beli bunga Om.”

”Tidak Dik, saya tidak butuh,” ujar eksekutif muda itu tetap sibuk dengan laptopnya.

”Satu saja Om, kan bunganya bisa untuk kekasih atau istri Om,” rayu si gadis kecil.

Setengah kesal dengan nada tinggi karena merasa terganggu keasikannya si pemuda berkata, ”Adik kecil tidak melihat Om sedang sibuk? Kapan-kapan ya kalo Om butuh Om akan beli bunga dari kamu.”

Mendengar ucapan si pemuda, gadis kecil itu pun kemudian beralih ke orang-orang yang lalu lalang di sekitar kafe itu. Setelah menyelesaikan istirahat siangnya, si pemuda segera beranjak dari kafe itu. Saat berjalan keluar ia berjumpa lagi dengan si gadis kecil penjual bunga yang kembali mendekatinya.

”Sudah selesai kerja Om, sekarang beli bunga ini dong Om, murah kok satu tangkai saja.” Bercampur antara jengkel dan kasihan si pemuda mengeluarkan sejumlah uang dari sakunya.

Read the rest of this entry »

Link To This Post
1. Click inside the codebox
2. Right-Click then Copy
3. Paste the HTML code into your webpage
codebox
powered by Linkubaitor

Keras pada Diri Sendiri, Toleransi dengan Orang Lain

Baru baca kisah inspiratif asal negeri Tiongkok dari milis ForumPembacaKompas. Semoga bisa diambil manfaatnya.

Fan Chunren (1027-c.1101) adalah anak kedua Fan Zhongyan, seorang sastrawan terkenal dalam sejarah China dan tokoh politik penting dalam Dinasti Song (960-1279). Dia mengajarkan anak-anaknya untuk hidup sesuai dengan standar moral yang tinggi.

Orang yang paling bodoh bisa menjadi sangat rasional ketika dia melihat kesalahan orang lain, dan orang yang sangat pintar bisa menjadi sangat bodoh ketika dia mencari alasan atas kesalahannya sendiri. Oleh karena itu, jika seseorang dapat menegur diri sendiri seperti dia mencela orang lain dan memaafkan orang lain seperti dia memaafkan dirinya sendiri, maka orang itu dapat dengan mudah menjadi seorang bijak,” katanya.

Sebagian orang bertanya pada Fan bagaimana pedoman untuk mematut diri sendiri dan orang lain. Dia menjawab, “Hanya orang yang sederhana dapat memupuk rasa hormat dan malu, dan hanya dengan memaafkan dapat membawa kebajikan dan pahala“.

Read the rest of this entry »

4 people like this post.
Link To This Post
1. Click inside the codebox
2. Right-Click then Copy
3. Paste the HTML code into your webpage
codebox
powered by Linkubaitor

Wanted : Pembawa Surat Untuk Garcia

Kisah ini diangkat dari kisah nyata pada masa peralihan dari abad ke-19 ke abad ke-20. Pada masa itu sedang terjadi perang antara Spanyol dan Amerika Serikat. Presiden Amerika Serikat perlu menyampaikan pesan kepada seorang tokoh revolusioner Kuba bernama Garcia. Dia bersembunyi di suatu tempat di Pulau Kuba yang tidak terjangkau oleh layanan pos maupun telegram, Tak seorang pun tahu bagaimana mencapainya. Tetapi seorang perwira menyatakan bahwa jika ada orang yang bisa melakukannya, orang itu adalah seorang perwira bernama Rowan.

Saat Presiden Mc Kinley memberikan surat kepada Rowan di Washington D.C., perwira tersebut tidak bertanya, “Di mana dia? Bagaimana saya bisa ke sana? Apa yang ingin Anda lakukan saat saya sudah sampai di sana? Bagaimana saya kembali ke sini?”. Dia hanya mengambil surat tersebut dan memikirkan sendiri cara mencapai Garcia. Dia naik kereta ke New York; naik kapal ke Jamaika; dan melewati blokade Spanyol untuk mencapai Kuba di sebuah perahu layar.

Read the rest of this entry »

Link To This Post
1. Click inside the codebox
2. Right-Click then Copy
3. Paste the HTML code into your webpage
codebox
powered by Linkubaitor

Negeri Para Bedebah

Oleh : Adhie Massardi

Ada satu negeri yang dihuni para bedebah
Lautnya pernah dibelah tongkat Musa
Nuh meninggalkan daratannya karena direndam bah
Dari langit burung-burung kondor jatuhkan bebatuan menyala-nyala

Tahukah kamu ciri-ciri negeri para bedebah?
Itulah negeri yang para pemimpinnya hidup mewah
Tapi rakyatnya makan dari mengais sampah
Atau jadi kuli di negeri orang yang upahnya serapah dan bogem mentah

Di negeri para bedebah
Orang baik dan bersih dianggap salah
Dipenjarakan hanya karena sering ketemu wartawan
Menipu rakyat dengan pemilu menjadi lumrah
Karena hanya penguasa yang boleh marah
Sedang rakyatnya hanya bisa pasrah

Maka bila negerimu dikuasai para bedebah
Jangan tergesa-gesa mengadu kepada Allah
Karena Tuhan tak akan mengubah suatu kaum
Kecuali kaum itu sendiri mengubahnya

Maka bila negerimu dikuasai para bedebah
Usirlah mereka dengan revolusi
Bila tak mampu dengan revolusi,
Dengan demonstrasi
Bila tak mampu dengan demonstrasi, dengan diskusi
Tapi itulah selemah-lemahnya iman perjuangan

2 people like this post.
Link To This Post
1. Click inside the codebox
2. Right-Click then Copy
3. Paste the HTML code into your webpage
codebox
powered by Linkubaitor

Sumpah Pemuda, Masa Lalu dan Masa Kini

Hari ini kita sedang memasuki titik perulangan sejarah. Seandainya teknologi manusia telah berhasil mengembangkan mesin waktu yang dapat membawa kita ke masa lalu, maka pada tanggal yang sama 81 tahun silam akan kita temukan puluhan pemuda di Jln. Kramat Raya 106 (sekarang Museum Sumpah Pemuda) sedang merumuskan arah perjuangan bangsa.  Mereka adalah pemuda luar biasa yang berasal dari seluruh gerakan pemuda yang ada di Nusantara kala itu. Dengan semangat kebangsaan yang tinggi, mereka menyisihkan ego kelompoknya demi persatuan dan kesatuan bangsa. Mereka menyadari potensi besar yang dimiliki bangsa ini jika seluruh komponen masyarakat yang hidup di dalamnya bersatu dan bekerja sama.

Ayo kita segarkan kembali ingatan kita pada sumpah mereka.

Pertama
Kami poetera dan poeteri Indonesia, mengakoe bertoempah darah jang satoe, tanah Indonesia.
Kedoea
Kami poetera dan poeteri Indonesia, mengakoe berbangsa jang satoe, bangsa Indonesia.
Ketiga
Kami poetera dan poeteri Indonesia, mendjoendjoeng bahasa persatoean, bahasa Indonesia.

Hari ini kita merasakan berkah perjuangan mereka. Kita merdeka dari penjajahan asing. Kita dapat menentukan arah perjalanan bangsa tanpa tekanan dari bangsa lain. Kita pun merasakan indahnya berada dalam satu naungan tumpah darah, satu bangsa dan satu bahasa.

Lantas, selanjutnya apa?

Cukupkah sumpah mereka hanya menjadi bagian dari sejarah perjalanan bangsa yang terekam dalam satu bagian memori di otak kita? Cukupkah kita hanya menjadi bagian dari “penikmat” hasil perjuangan mereka?

Tidakkah hati kecil kita tergugah untuk bertanya pada diri sendiri, sumpah apakah yang dapat kita ikrarkan sebagai bagian dari pemuda masa kini? Tidakkah kita tergugah untuk menjadi bagian dari pelaku sejarah yang ikut serta membangun bangsa ini? Tidakkah kita menyadari besarnya potensi yang dimiliki bangsa ini?

Lupakan sejenak para pemuda dari 81 tahun silam, lupakan pula sumpah yang mereka ikrarkan. Arahkan pandangan kita pada tubuh yang menaungi hati dan pikiran kita. Ya, tubuh ini adalah tubuh seorang pemuda hebat seperti mereka. Apapun status kita, apapun pekerjaan kita, apapun tingkat pendidikan kita, apapun bidang keahlian yang kita kuasai, apapun suku dan budaya kita, kita bisa ikut serta membangun dan memperbaiki bangsa ini.

Teman-teman, mari ikrarkan kembali sumpah kita sebagai bagian dari pemuda Indonesia masa kini…  dan mari kita lanjutkan perjuangan mereka dalam berbagai cara dan bentuk yang sesuai dengan kemampuan kita… Kita tak perlu menenteng senjata seperti arek-arek suroboyo. Kita tak perlu turun ke jalan seperti pemuda ‘98. Kita tak perlu mengibarkan bendera merah-putih di kedalaman laut bunaken. Bahkan, kalian juga tak perlu menulis tulisan di blog seperti yang aku lakukan. Cukup lakukan saja satu hal yang paling bisa kita lakukan sebagai bagian dari pemuda masa kini…

1 people like this post.
Link To This Post
1. Click inside the codebox
2. Right-Click then Copy
3. Paste the HTML code into your webpage
codebox
powered by Linkubaitor

Allah Knows

When you feel all alone in this world
And there’s nobody to count your tears
Just remember, no matter where you are
Allah knows
Allah knows

Read the rest of this entry »

3 people like this post.
Link To This Post
1. Click inside the codebox
2. Right-Click then Copy
3. Paste the HTML code into your webpage
codebox
powered by Linkubaitor

HITS
View My Stats

Salman Salsabila, anak kedua dari sembilan bersaudara. Lahir di Cirebon, 25 September 1989. Menyelesaikan pendidikan SD, SMP dan SMA di Serang, Banten. Pernah mengikuti karate dan PMR di SMP N 4 Serang. Menjadi ketua RISMA SMAN 1 Serang periode 2004-2005 dan Ketua Umum KAPMI Daerah Banten periode 2005-2006. Beberapa kali mewakili SMA N 1 Serang meraih juara di perlombaan tingkat Kabupaten, Provinsi dan Nasional. Kini, sebagai mahasiswa tingkat 4 Fasilkom UI. Menjadi salah seorang peraih Beastudi Etos, Dompet Dhuafa Republika. Bekerja part-time sebagai asisten lab robotika, pembimbing privat komputer dan asisten menulis buku. Bersama tim pedjoeang, 3-8 Juli lalu mewakili Indonesia sebagai 5 finalis Design For Development Award dalam ajang Imagine Cup Worldwide Student Technology Competition di Kairo, Mesir.
Profil Lengkap

Kirim Pesan YM



    ShoutMix chat widget