<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>SalmanSalsabila.Net</title>
	<atom:link href="http://salmansalsabila.net/blog/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://salmansalsabila.net/blog</link>
	<description>share u about my simple life</description>
	<lastBuildDate>Mon, 21 Dec 2009 18:07:41 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Iseng-iseng Berhadiah</title>
		<link>http://salmansalsabila.net/blog/activities/iseng-iseng-berhadiah</link>
		<comments>http://salmansalsabila.net/blog/activities/iseng-iseng-berhadiah#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 21 Dec 2009 18:07:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>salmansalsabila</dc:creator>
				<category><![CDATA[Activities]]></category>
		<category><![CDATA[Other Side of Me]]></category>
		<category><![CDATA[detikinet]]></category>
		<category><![CDATA[juara]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://salmansalsabila.net/blog/?p=303</guid>
		<description><![CDATA[Inilah salah satu hasil keisengan saya di waktu senggang. Sambil mengasah otak dan menambah wawasan, alhamdulillah berhasil memecahkan rekor, juga mendapatkan hadiah berupa DVD Tutorial dan sebuah kaos cantik.
Jakarta &#8211; Kuis berhadiah DVD Tutorial Microsoft Office telah usai dilaksanakan. Simak 10 pemenang yang beruntung mendapatkan hadiah tersebut di detikINET.

Kuis Online seputar pengetahuan dan wawasan Teknologi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Inilah salah satu hasil keisengan saya di waktu senggang. Sambil mengasah otak dan menambah wawasan, alhamdulillah berhasil memecahkan rekor, juga mendapatkan hadiah berupa DVD Tutorial dan sebuah kaos cantik.</p>
<p><strong>Jakarta</strong> &#8211; Kuis berhadiah DVD Tutorial Microsoft Office telah usai dilaksanakan. Simak 10 pemenang yang beruntung mendapatkan hadiah tersebut di <strong>detikINET</strong>.</p>
<div><img src="http://www.detikinet.com/images/content/2009/12/02/447/inetkuis285.jpg" border="0" alt="" hspace="0" vspace="0" /><span style="font-family: Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif; color: #000000;"><small></small></span></div>
<p>Kuis Online seputar pengetahuan dan wawasan Teknologi Informasi digelar <strong>Bamboomedia </strong>dengan didukung oleh <strong>detikINET</strong>. Kuis ini telah digelar sejak 2 November 2009 hingga 30 November 2009.</p>
<p>Berikut adalah nama 10 pemenang yang berhak mendapatkan hadiah berupa <strong>DVD Tutorial gratis dari Bamboomedia</strong>. Tercantum pula asal institusi yang dituliskan peserta dan nilai akhir yang diraih.</p>
<ol>
<li><strong>Salman (Universitas Indonesia &#8211; Depok) 18075795</strong></li>
<li>Samanta (ITB &#8211; Bandung)     8375873</li>
<li>Yudho (Gunadarma &#8211; Jakarta)   7327457</li>
<li>Thar (Jakarta)     6290830</li>
<li>Daniel (ITB &#8211; Jakarta)    6000606</li>
<li>Alvin (USU &#8211; Medan)    3546241</li>
<li>Wahyu (ITB &#8211; Bandung)    3132190</li>
<li><strong>Salman (Universitas Indonesia &#8211; Depok)  2227163</strong></li>
<li>Saiful (SMK 26 &#8211; Jakarta)    2001271</li>
<li>Jayadi (UIN &#8211; Ciputat)    1629490</li>
</ol>
<p>Pemenang akan dihubungi oleh pihak Bamboomedia<strong> </strong>terkait pengiriman hadiah.<strong> (	wsh	/	wsh	) </strong></p>
<p>Referensi : <a href="http://www.detikinet.com/read/2009/12/02/110044/1252456/447/10-pemenang-dvd-tutorial-gratis-via-detikinet" target="_blank">DetikiNet.com</a><strong><br />
</strong> </p>
<div class='wp_likes' id='wp_likes_post-303'>
<div  class='text'><b>2</b> people like this post.</div>
<div><a href=' javascript:wp_likes.like(303)' class='like' title='like this post'>Like</a>&nbsp;<img class='loader' src='http://salmansalsabila.net/blog/wp-content/plugins/wp-likes/images/spinner.gif' alt=''/></div>
</div>
<p style="white-space:nowrap"><img style="border:0px" src="http://tarpipe.com/img/tarpipe.png" />&nbsp;<a target="_blank" href="http://tarpipe.com/share/?t=Iseng-iseng+Berhadiah&u=http%3A%2F%2Fsalmansalsabila.net%2Fblog%2Factivities%2Fiseng-iseng-berhadiah&b=Reading %22Iseng-iseng+Berhadiah%22">Share now!</a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://salmansalsabila.net/blog/activities/iseng-iseng-berhadiah/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Belajar dari Sahabat Sang Raja</title>
		<link>http://salmansalsabila.net/blog/osom/belajar-dari-sahabat-sang-raja</link>
		<comments>http://salmansalsabila.net/blog/osom/belajar-dari-sahabat-sang-raja#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 17 Dec 2009 02:23:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>salmansalsabila</dc:creator>
				<category><![CDATA[Other Side of Me]]></category>
		<category><![CDATA[motivasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://salmansalsabila.net/blog/?p=299</guid>
		<description><![CDATA[Kisah ini mengajarkan kita untuk selalu melihat segala yang terjadi dalam hidup dengan sudut pandang yang positif. Seburuk apapun bencana yang menimpa kita, yakinlah selalu&#8230; ada rahasia kebaikan yang ~mungkin~ belum dapat tersingkap sekarang. Tetap berpikir positif dan tetap optimis dalam menjalani setiap momen kehidupan kita.  
Suatu hari, raja mengajak kawan tersebut untuk berburu. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kisah ini mengajarkan kita untuk selalu melihat segala yang terjadi dalam hidup dengan sudut pandang yang positif. Seburuk apapun bencana yang menimpa kita, yakinlah selalu&#8230; ada rahasia kebaikan yang ~mungkin~ belum dapat tersingkap sekarang. Tetap berpikir positif dan tetap optimis dalam menjalani setiap momen kehidupan kita. <img src='http://salmansalsabila.net/blog/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Suatu hari, raja mengajak kawan tersebut untuk berburu. Sang kawan bertugas membawa senapan-senapan sang raja dan mengisi pelurunya. Dalam perburuan itu, raja melihat seekor rusa jantan, yang segera dikejarnya dengan mengendarai kuda, sementara sang kawan, di atas kuda yang lain mengikutinya sambil memberikan senapan sang raja. Naas bagi raja, rupanya senapan tersebut tidak terkunci dan ketika berpindah ke tangannya, picunya tertarik dan raja menembak kakinya sendiri.</p>
<p>Raja terjatuh dari kuda, kaki kanannya berlumuran darah. Sambil mengerang kesakitan, ia melihat bahwa Ibu jari kakinya putus tertembak. Sang kawan turun dari kuda dan mendekati sang raja, tetap dengan sikapnya yang ceria. Ia berusaha menghibur raja, &#8220;Tak apa-apa&#8221; katanya, &#8220;Baginda bisa saja terluka lebih parah. Ini hal yang baik&#8221;.</p>
<p><span id="more-299"></span><br />
Bukan main marahnya raja mendengar komentar tsb, segera ia memerintahkan pengawalnya untuk memenjarakan sang kawan. Itu hukuman yang setimpal karena menyebabkan raja kehilangan ibu jari kakinya.</p>
<p>Selang beberapa tahun kemudian, raja kembali berburu. Kali ini, karena asyiknya, rombongan raja tersesat, melewati perbatasan negaranya dan akhirnya ditangkap oleh suku kanibal.</p>
<p>Bukan main takutnya sang raja, Ia sudah melihat beberapa pengawalnya sudah mengalami nasib yang mengerikan, dipanggang untuk menjadi makanan lezat bagi seluruh anggota suku. Dan kini tiba gilirannya. Ia melihat api unggun sudah disiapkan di luar gubuk, ia memohon agar dibebaskan, menawarkan harta dan wilayah, tetapi suku kanibal itu tak menggubrisnya.</p>
<p>Tetapi, ketika suku tersebut melucuti pakaiannya, mereka tiba-tiba berhenti dan berteriak, bicara satu sama lain dalam bahasa yang tak dimengerti raja, sambil menunjuk-nunjuk ibu jarinya yang cacat. Akhirnya, raja mengetahui bahwa suku kanibal tersebut mempunyai pantangan untuk tidak memakan manusia yang anggota tubuhnya tidak lengkap. Mereka meyakini bahwa anggota tubuh yang hilang tersebut akan datang mencari dan menghantui mereka.</p>
<p>Raja kemudian dibebaskan, ia satu-satunya yang selamat dalam rombongan tersebut. Sepanjang jalan ke ibukota, raja memikirkan kejadian yang dialaminya. Ia teringat akan ucapan sahabatnya dan sekarang ia bisa menerima bahwa benar kawannya dahulu, kecelakaan itu adalah &#8216;hal yang baik&#8217;. Terbayang apa yang telah ia lakukan kepada sahabat baiknya itu dan ia sangat menyesal.</p>
<p>Sesampainya di ibukota, ia segera mendatangi penjara dan memerintahkan agar sahabatnya itu dibebaskan. Dilihatnya, kawannya tampak kurus dan pucat, walau tetap ceria. Ia sangat terharu. Dipeluknya sang sahabat seraya memohon maaf atas kesalahannya, ia ceritakan pengalaman yang baru saja terjadi.</p>
<p>&#8220;Sahabat, sungguh-sungguh aku menyesal. Engkau memang benar. Kehilangan ibu jari kaki itu hal yang baik, mohon engkau maafkan aku atas perlakuan yang engkau terima selama ini&#8221; . &#8220;Tak apa-apa, baginda&#8221; ujar kawannya sembari tersenyum, &#8220;Ini hal yang baik&#8221;.</p>
<p>&#8220;Bagaimana ini jadi hal yang baik?&#8221; ujar raja heran. &#8220;Engkau dipenjarakan disini, kehilangan kebebasanmu, statusmu, harus hidup bersama sampah masyarakat selama ini ?&#8221;</p>
<p>&#8220;Tentu saja ini hal yang baik, baginda&#8221; ujar temannya sambil tersenyum lebar,</p>
<p>&#8220;Jika saya tidak dipenjarakan, maka pasti saya ikut rombongan baginda berburu&#8230;.&#8221; </p>
<div class='wp_likes' id='wp_likes_post-299'>
<div  class='text'><b>1</b> people like this post.</div>
<div><a href=' javascript:wp_likes.like(299)' class='like' title='like this post'>Like</a>&nbsp;<img class='loader' src='http://salmansalsabila.net/blog/wp-content/plugins/wp-likes/images/spinner.gif' alt=''/></div>
</div>
<p style="white-space:nowrap"><img style="border:0px" src="http://tarpipe.com/img/tarpipe.png" />&nbsp;<a target="_blank" href="http://tarpipe.com/share/?t=Belajar+dari+Sahabat+Sang+Raja&u=http%3A%2F%2Fsalmansalsabila.net%2Fblog%2Fosom%2Fbelajar-dari-sahabat-sang-raja&b=Reading %22Belajar+dari+Sahabat+Sang+Raja%22">Share now!</a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://salmansalsabila.net/blog/osom/belajar-dari-sahabat-sang-raja/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Belajar dari Ismail dan Daisuke Nakanishi</title>
		<link>http://salmansalsabila.net/blog/activities/belajar-dari-ismail-dan-daisuke-nakanishi</link>
		<comments>http://salmansalsabila.net/blog/activities/belajar-dari-ismail-dan-daisuke-nakanishi#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 Dec 2009 08:51:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>salmansalsabila</dc:creator>
				<category><![CDATA[Activities]]></category>
		<category><![CDATA[mimpi]]></category>
		<category><![CDATA[perdjoeangan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://salmansalsabila.net/blog/?p=296</guid>
		<description><![CDATA[Ismail, pemuda kelahiran Indramayu &#8211; Jawa Barat berusia 40 tahun. Daisuke, sarjana ekonomi lulusan Osaka University. Keduanya tak jauh berbeda, sama-sama pemimpi dan pedjoeang yang tangguh dalam mewujudkan mimpinya. Saya belajar banyak dari mereka. Meski baru sempat membaca kisahnya lewat media (belum pernah ketemu langsung), tapi kisah perdjoeangan mereka benar-benar memberikan inspirasi yang sangat berharga. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ismail, pemuda kelahiran Indramayu &#8211; Jawa Barat berusia 40 tahun. Daisuke, sarjana ekonomi lulusan Osaka University. Keduanya tak jauh berbeda, sama-sama pemimpi dan pedjoeang yang tangguh dalam mewujudkan mimpinya. Saya belajar banyak dari mereka. Meski baru sempat membaca kisahnya lewat media (belum pernah ketemu langsung), tapi kisah perdjoeangan mereka benar-benar memberikan inspirasi yang sangat berharga. Ah&#8230; saya jadi terbakar nih&#8230; ingin seperti mereka berdua yang telah berhasil mewujudkan impian-impiannya&#8230;</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;<br />
<img class="alignleft" style="margin-left: 2px; margin-right: 2px;" src="http://www.suarapembaruan.com/News/2009/08/04/Nusantar/0408kaki.gif" alt="ismail-penjelajah-sepeda" width="272" height="204" /><strong>Ismail (kanan)</strong>, penjelajah Indonesia asal Indramayu, Jawa Barat, bersama anggota klub sepeda onthel Kota Jambi, Didin, di Jambi, baru-baru ini.</p>
<p>Penampilannya penuh percaya diri. Tak ada rasa sungkan berhadapan dengan orang-orang yang baru dikenal. Tebaran senyum dan gaya bicaranya pun bersahabat. Berbicara dengannya seperti bertemu kembali dengan sahabat karib yang sudah lama tak bersua.</p>
<p>Begitulah gaya Ismail (40), penjelajah Indonesia warga Indramayu, Jawa Barat ketika bertemu wartawan di pelataran parkir kantor Gubernur Jambi, Selasa (28/7). Kendati bertemu wartawan secara kebetulan dan dia tergesa-gesa untuk bertemu Gubernur Jambi, H Zulkifli Nurdin, dia tetap melayani perbincangan dengan wartawan seperti kawan sendiri.</p>
<p>&#8220;<em>Nggak</em> apa-apa <em>ngobrol</em> sebentar. Biasa, berbagi pengalaman,&#8221; katanya. Tanpa banyak ditanya wartawan, Ismail pun secara spontan mengisahkan ihwal penjelajahan Indonesia yang dilakoninya.</p>
<p><span id="more-296"></span></p>
<p>Kematangan pengalaman bertemu dengan banyak orang dan menghadapi tantangan alam dalam penjelajahan dari daerah ke daerah selama ini, menempa Ismail menjadi sosok yang fleksibel dalam segala hal. Dia tak pernah merasa asing terhadap orang-orang yang baru dijumpainya. Semua orang yang baru ditemuinya di berbagai daerah dianggapnya sebagai saudara sendiri. Rasa persaudaraan itulah yang bisa memuluskan perjalanan Ismail menjelajah Indonesia selama 11 tahun.</p>
<p>&#8220;<strong>Saya tidak pernah melihat perbedaan antara saya dan orang-orang yang saya temui di berbagai daerah. Semua saya anggap saudara dan sahabat. Persahabatan dan persaudaraan itu menjadi modal bagi saya menelusuri seluruh pelosok nusantara ini</strong>,&#8221; paparnya.</p>
<p>Ismail mengatakan, salah satu pihak yang banyak membantu penjelajahannya ialah klub motor dan sepeda. Selama berada di Kota Jambi, dia dibantu kelompok sepeda onthel Kota Jambi. Bantuan yang dia peroleh tidak hanya penginapan, tetapi juga petunjuk jalan, dan mempertemukannya dengan para pejabat dan profesional untuk pengumpulan tanda tangan.</p>
<p>Ismail mengatakan, sejak memulai penjelajahan Indonesia 20 Juni 1998, sudah hampir 197 kota, kabupaten dan provinsi yang dijelajahinya. Sedangkan, Provinsi Jambi merupakan provinsi yang ke-26 yang disinggahinya. Daerah-daerah yang dijelajahi Ismail, antara lain Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Papua, Sulawesi, Kalimantan, dan Sumatera.</p>
<p>&#8220;Saya akan mengakhiri penjelajahan Indonesia ini di Jakarta tahun 2012. Untuk tahun 2009 &#8211; 2011, target penjelajahan saya seluruh daerah kabupaten, kota dan provinsi di Sumatera. Hingga Juli ini, baru beberapa daerah Sumatera yang saya kunjungi, seperti Lubuk Linggau, Provinsi Lampung, Sarolangun dan Kota Jambi, Provinsi Jambi,&#8221; kata anak ketiga dari lima bersaudara ini.</p>
<p>Menjadi penjelajah Indonesia bagi Ismail bukan sekadar ikut-ikutan. Dia bercita-cita menjadi penjelajah Indonesia sejak kelas IV SD untuk mengukir nama di Guinnes Book of Records. Dia juga ingin menjadi pengumpul tanda tangan pejabat dan profesional terbanyak di dunia.</p>
<p>&#8220;Sampai saat ini sudah 153 buku harian saya berisi tanda tangan serta pesan pejabat dan orang-orang profesional dari seluruh nusantara ini. Jumlah tanda tangan ini akan terus saya kumpulkan hingga menjadi yang terbanyak di dunia,&#8221; katanya.</p>
<p><strong>Misi</strong></p>
<p>Salah satu <strong>misi mulia</strong> yang diemban Ismail dalam penjelajahan Indonesia, yakni <strong>menunjukkan bahwa Indonesia tetap satu walau berbeda-beda adat, suku, agama, dan daerah</strong>. Ismail merasakan perlu mengemban misi kesatuan dan persaudaraan masyarakat Indonesia yang berbeda-beda itu karena melihat adanya kerapuhan dalam ikatan persaudaraan dan persatuan bangsa Indonesia akhir-akhir ini.</p>
<p>Dari pengalaman penjelajahan ke berbagai daerah selama ini, Ismail merasakan bahwa <strong>pada dasarnya rasa persaudaraan dan persatuan bangsa Indonesia itu masih cukup kental asalkan sesama warga mau menunjukkan solidaritas sosial, saling berbagi, saling memberi, dan saling menolong</strong>.</p>
<p>&#8220;Ini saya rasakan dari pertemuan dengan warga Indonesia di berbagai daerah. Kendati saya datang dari Jawa Barat, saya tetap dianggap saudara dan mendapat bantuan dari saudara-saudara saya di Papua, Sulawesi, Bali, Maluku, Kalimantan, Sumatera, Aceh, dan daerah lain. Sepeda yang saya pakai sekarang bantuan saudara dari Aceh,&#8221; katanya.</p>
<p>Penjelajahan Ismail selama ini tidak selalu mulus. Banyak tantangan dan pertaruhan nyawa yang harus dilalui. Ketika singgah di Timor Timur (Timtim) pascakonflik atau kemerdekaan Timtim tahun 1999, dia sempat disandera. Ismail dituduh sebagai mata-mata Indonesia karena tidak memiliki izin masuk ke Timtim yang baru merdeka. Ketika itu, Ismail menganggap Timtim masih bagian dari Indonesia. Namun, setelah menjelaskan bahwa dia penjelajah Indonesia, pihak keamanan Timtim pun membebaskannya.</p>
<p>Kemudian Ismail juga pernah ditangkap dan dihukum adat oleh Suku Dani di Jayawijaya, Papua. Dia direndam di air beberapa jam hanya karena menabrak seekor babi. Pengalaman Ismail yang paling mengancam nyawa ketika terdampar di kepulauan Maluku. Dia terancam tidak makan dan tidak bisa kembali keluar dari pulau. Namun, warga setempat menyelamatkannya.</p>
<p>Pengalaman serupa dialaminya ketika menjelajah wilayah Kalimantan. Dia kesasar masuk wilayah hutan Malaysia. &#8220;Ketika itu, satu bulan saya tidak ketemu manusia. Makan dari buah dan akar pohon. Untung saya diselamatkan polisi hutan Malaysia,&#8221; katanya.</p>
<p>Ancaman maut tidak hanya dihadapi Ismail di daerah-daerah rawan, seperti Timtim, Papua, Maluku, dan Kalimantan. Ismail juga menghadapi ancaman maut di Sumatera. Selama menjelajah daerah-daerah di Sumatera, khususnya Lubuk Linggau, Provinsi Lampung hingga Sarolangun, Provinsi Jambi, Ismail sudah lima kali bertemu harimau. Namun, hanya sekali dia diserang harimau.</p>
<p>&#8220;Saya sekali dicakar harimau di batas Lubuk Linggau-Sarolangun, Mei lalu. Cakaran harimau melukai paha kanan saya sekitar 15 sentimeter. Tidak tahu kenapa, setelah mencakar, harimau tersebut pergi. Mungkin harimau itu tahu saya tidak berniat jahat, sehingga dia tidak berniat memangsa saya,&#8221; katanya.</p>
<p>Betapa berat tantangan yang masih akan dihadapinya, penjelajahan Indonesia yang kini dilakoninya akan tetap dilanjutkan. [SP/Radesman Saragih]</p>
<p>sumber : <a href="http://www.suarapembaruan.com" target="_blank">SuaraPembaruan</a></p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;</p>
<p style="text-align: center;"><em>Jika pada hari-hari ini Anda melintas di jalan-jalan di Pulau Jawa, ada kemungkinan Anda bertemu dengan seorang warga negara Jepang yang mengendarai sepeda.  Jangan ragu untuk menyapa dia karena Daisuke pasti senang berkenalan dan memperoleh dukungan Anda.</em></p>
<p style="text-align: center;"><span style="text-decoration: underline;">Oleh</span></p>
<p style="text-align: center;"><strong>J. WASKITA UTAMA</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Sosok Daisuke Nakanishi, begitu nama lengkapnya, tak sulit dikenali.  Tubuhnya langsing dan liat dengan warna kulit lebih gelap dibandingkan umumnya orang Asia Timur.  Topi tak pernah lepas dari kepala, melindungi wajahnya yang mulai dimakan usia dari terpaan sinar matahari.  Namun, ciri paling jelas untuk mengenalinya adalah setengah lusin tas yang bertumpuk dan terikat bergelantungan di sepedanya.</p>
<p><img class="alignleft" style="margin-top: 2px; margin-bottom: 2px;" title="Daisuke Nakanishi" src="http://fenderman.files.wordpress.com/2009/05/blog.jpeg?w=400&amp;h=300" alt="Daisuke Nakanishi" width="360" height="270" /></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Berbekal sepeda</strong> itu, Daisuke <strong>mewujudkan impiannya mengelilingi dunia</strong>.  Sejak meninggalkan Osaka, 23 Juli 1998, Daisuke mengayuh sepedanya melewati pengunungan bersalju dan gurun tandus, melintasi batas negara dan benua.  Tak hanya sekali, sarjana ekonomi lulusan Universitas Osaka ini telah dua kali mengelilingi bumi.</p>
<p style="text-align: justify;">Indonesia adalah negara ke-125 yang disinggahi Daisuke.  Saat mendarat di Jakarta, Jumat (24/4), setelah menempuh perjalanan laut selama 27 jam dari Batam, alat pengukur jarak di sepedanya menunjukkan angka <strong>144.165 kilometer</strong>.</p>
<p style="text-align: justify;">Sejauh itu pula dia <strong>mengayuh sepedanya selama hampir 11 tahun</strong>.  Selama itu, hanya tiga kali Daisuke pulang ke Jepang.  ”Ketiganya karena berurusan dengan bank, ” ujarnya.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Buat sebagian orang, yang dilakukan Daisuke adalah ulah orang kurang kerjaan yang mencari sensasi.  Tetapi, Daisuke punya alasan sendiri menjalani pilihan hidup yang tidak biasa ini.</strong></p>
<p style="text-align: justify;">“Saya suka naik sepeda.  Saya senang bertemu orang dan mengenal kebudayaan mereka.  <strong><span style="text-decoration: underline;">Saya bermimpi untuk memiliki satu juta teman di seluruh dunia</span>.  Itulah yang saya jalani sampai sekarang</strong>, ” ujarnya.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong><span style="text-decoration: underline;">Mencari teman</span></strong></p>
<p style="text-align: justify;">Misi yang dibawa Daisuke pun sederhana, yaitu<strong> mencari teman sebanyak-banyaknya</strong>.Untuk mewujudkan itu, tak jarang dia <strong>harus berhadapan dengan situasi sulit yang mengancam jiwanya.</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Di kenya, misalnya, Daisuke <strong>terserang penyakit malaria</strong>.  Beruntung, saat dia terbaring sendirian, pertolongan medis datang tepat waktu.  Pada lain kesempatan, di dataran tinggi Patagonia, Amerika Selatan, Daisuke harus <strong>bertahan menghadapi embusan angin dingin yang membekukan</strong>.</p>
<p style="text-align: justify;">Namun, pengalaman yang paling menakutkan dialamaninya adalah saat berkemah di tengah padang gurun di Namibia.  <strong>Dua heyna berkeliaran</strong> di luar tendanya dan baru menyingkir sekitar dua jam kemudian.</p>
<p style="text-align: justify;">“Penduduk setempat bercerita, heyna bisa membunuh manusia.  Saya takut setengah mati dan hanya bisa duduk terpaku.  Senjata saya hanya sebilah pisau kecil yang biasa saya pakai untuk memasak.  Malam itu saya tak bisa tidur,” katanya.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Beberapa kali</strong> Daisuke juga <strong>kehilangan miliknya karena dicuri orang</strong>, termasuk kehilangan sandal di kapal dalam pelayaran menuju Jakarta.  ”<em>Someone stole my sandals on the boat</em>,” tulisnya dalam situs <span style="text-decoration: underline;"><a href="http://daisukebike.be/">daisukebike.be</a></span>.</p>
<p style="text-align: justify;">Semua pengalaman unik itu berawal dari kesukaan Daisuke pada sepeda.  Lahir di Kawanishi, kota kecil dekat Osaka, 6 Maret 1970, Daisuke belajar naik sepeda pada usia 10 tahun.  Didorong sang ayah, Ikuo Nakanishi, Daisuke mulai bersepeda bersama kakak laki-lakinya hingga Kyoto atau Nara.</p>
<p style="text-align: justify;">Kegemaran ini berlanjut pada masa kuliah.  Dia bergabung pada klub sepeda di universitas dan kerap berkeliling Jepang.  Tahun 1990, Daisuke untuk pertama kali bersepeda di luar negeri, dari Los Angeles ke New York, AS, selama 48 hari.</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam perjalanan itu, panas terik di tengah Gurun Mojave membuat Daisuke kelelahan dan kehilangan kesadaran.  Beruntung, seorang pria yang hanya dikenalnya sebagai Mr. Don melintas dan memberinya minum.  Keramahan orang-orang yang ditemuinya di jalan membuat Daisuke ketagihan.  Dia pun membuat empat ekspedisi lain mengunjungi 19 negara dan memancang targetnya mengelilingi dunia.</p>
<p style="text-align: justify;">Selepas kuliah tahun 1992, Daisuke bekerja di perusahaan konstruksi selama enam tahun.  Setelah berhasil mengumpulkan 50.000 dollar AS dan memesan sebuah sepeda <em>touring</em>, dia meninggalkan Jepang menuju Anchorage, Alaska, untuk memulai perjalanan.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong><span style="text-decoration: underline;">Dimulai dari Alaska</span></strong></p>
<p style="text-align: justify;">Dari Alaska, Daisuke bersepeda ke selatan hingga Peru, kemudian terbang ke Swedia untuk berkeliling Eropa Barat.  Dia melanjutkan perjalanan sampai Afrika Selatan, lalu terbang ke Thailand, Australia, dan Selandia Baru, sebelum kembali ke Amerika Selatan.</p>
<p style="text-align: justify;">Kali ini Daisuke menetap cukup lama dan mengeksplorasi Amerika Selatan selama empat tahun sehingga membuat dia fasih berbahasa Spanyol.  Dari sini dia kembali ke pantai timur AS, disusul Eropa Timur, Afrika Utara, Timur Tengah, India, dan Asia Tenggara.</p>
<p style="text-align: justify;">Daisuke mengaku bukan perencana yang baik, tetapi selalu menyusun rencana untuk perjalanannya.  Rencana perjalanan disusun bermodalkan peta, masukan dari sesama pengeliling dunia, atau warga setempat.</p>
<p>Misi yang sederhana membuat Daisuke tak terlalu berambisi bertemu para pejabat dan orang penting dalam perjalanannya.  Namun, dengan bantuan para sahabat baru yang ditemuinya di jalan, dia bisa bertemu sejumlah tokoh, seperti pendaki pertama Everest, Sir Edmund Hillary di Selandia Baru, legenda sepak bola Pele di Brasil, mantan Presiden AS Jimmy Carter, pelari maraton ternama Haile Gebrselassie di Etiopia, dan mantan Presiden Polandia Lech Walesa.</p>
<p style="text-align: justify;">Pilihan Daisuke untuk mengelilingi dunia dengan sepeda bukannya tak mendapat tantangan keluarga.  Meski mendukung kegemaran anaknya bersepeda, Ikuo kerap meminta Dasiuke pulang dan menetap di Jepang.</p>
<p style="text-align: justify;">“Ayah bekerja 40 tahun di perusahaan yang sama, jadi mengelilingi dunia dengan sepeda dianggapnya terlalu berisiko.  Saya memang tak punya rumah, pekerjaan, dan keluarga.  Tetapi inilah impian saya dan saya bisa mewujudkannya.  Ini cara saya menjalani hidup.  Akhirnya, dia bisa juga menerima,” ujar Daisuke.</p>
<p style="text-align: justify;">Dengan kerja keras dan pengorbanan, Daisuke mampu mewujudkan mimpinya.  ”<strong>Saya kasihan pada orang yang hanya sekadar menjalani hidup dan tak punya mimpi.  Hidup hanya satu kali dan itu harus dimanfaatkan dengan baik</strong>,” ujarnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Meski demikian, selalu ada akhir untuk semuanya.  Setelah bersepeda menuju Yogyakarta dan Bali, Daisuke berencana mengunjungi beberapa negara Asia Tenggara lain, seperti Filipida, Myanmar, dan Laos sebelum mengakhiri perjalanannya tahun ini.</p>
<p style="text-align: justify;">“Bekal saya sudah menipis.  Lagi pula, akhir tahun ini ada peringatan 30 tahun Kelompok Petualang Bersepeda Jepang dan mereka meminta saya hadir,” ujarnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Setelah impiannya terwujud, apa rencana Daisuke berikurnya?</p>
<p style="text-align: justify;">“Saya belum tahu.  Mungkin menulis buku tentang perjalanan ini atau membuat pameran foto yang saya kumpulkan.  Tetapi yang pasti saya harus mencari kerja.  Setelah itu, mungkin <strong>membuat mimpi yang baru</strong>,” ujarnya.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: center;">GBU Daisuke</p>
<p style="text-align: center;"><em>Gambatte kudasai!</em></p>
<p style="text-align: center;">- [APWS] -</p>
<p style="text-align: center;">
</p>
<div class='wp_likes' id='wp_likes_post-296'>
<div  class='text'><b>1</b> people like this post.</div>
<div><a href=' javascript:wp_likes.like(296)' class='like' title='like this post'>Like</a>&nbsp;<img class='loader' src='http://salmansalsabila.net/blog/wp-content/plugins/wp-likes/images/spinner.gif' alt=''/></div>
</div>
<p style="white-space:nowrap"><img style="border:0px" src="http://tarpipe.com/img/tarpipe.png" />&nbsp;<a target="_blank" href="http://tarpipe.com/share/?t=Belajar+dari+Ismail+dan+Daisuke+Nakanishi&u=http%3A%2F%2Fsalmansalsabila.net%2Fblog%2Factivities%2Fbelajar-dari-ismail-dan-daisuke-nakanishi&b=Reading %22Belajar+dari+Ismail+dan+Daisuke+Nakanishi%22">Share now!</a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://salmansalsabila.net/blog/activities/belajar-dari-ismail-dan-daisuke-nakanishi/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Belajar dari Pensil</title>
		<link>http://salmansalsabila.net/blog/osom/belajar-dari-pensil</link>
		<comments>http://salmansalsabila.net/blog/osom/belajar-dari-pensil#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Dec 2009 08:14:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>salmansalsabila</dc:creator>
				<category><![CDATA[Other Side of Me]]></category>
		<category><![CDATA[motivasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://salmansalsabila.net/blog/?p=292</guid>
		<description><![CDATA[Seorang anak bertanya kepada neneknya yang sedang menulis sebuah surat.
&#8220;Nenek lagi menulis tentang pengalaman kita ya? atau tentang aku?&#8221;
Mendengar pertanyaan si cucu, sang nenek berhenti menulis dan berkata kepada cucunya,
&#8220;Sebenarnya nenek sedang menulis tentang kamu, tapi ada yang lebih penting dari isi tulisan ini yaitu pensil yang nenek pakai.&#8221;
&#8220;Nenek harap kamu bakal seperti pensil ini [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Seorang anak bertanya kepada neneknya yang sedang menulis sebuah surat.<img class="alignright" title="pencil" src="http://farm3.static.flickr.com/2798/4173968780_4ff33278fc_m.jpg" alt="" width="240" height="235" /></p>
<p>&#8220;Nenek lagi menulis tentang pengalaman kita ya? atau tentang aku?&#8221;</p>
<p>Mendengar pertanyaan si cucu, sang nenek berhenti menulis dan berkata kepada cucunya,</p>
<p>&#8220;Sebenarnya nenek sedang menulis tentang kamu, tapi ada yang lebih penting dari isi tulisan ini yaitu pensil yang nenek pakai.&#8221;</p>
<p>&#8220;Nenek harap kamu bakal seperti pensil ini ketika kamu besar nanti&#8221; ujar si nenek lagi.</p>
<p>Mendengar jawab ini, si cucu kemudian melihat pensilnya dan bertanya kembali kepada si nenek ketika dia melihat tidak ada yang istimewa dari pensil yang nenek pakai.</p>
<p>&#8220;Tapi nek sepertinya pensil itu sama saja dengan pensil yang lainnya.&#8221; Ujar si cucu.</p>
<p>Si nenek kemudian menjawab, &#8220;Itu semua tergantung bagaimana kamu melihat pensil ini.&#8221;</p>
<p>&#8220;Pensil ini mempunyai 5 kualitas yang bisa membuatmu selalu tenang dalam menjalani hidup, kalau kamu selalu memegang prinsip-prinsip itu di dalam hidup ini.&#8221;</p>
<p>Si nenek kemudian menjelaskan 5 kualitas dari sebuah pensil.</p>
<p><span id="more-292"></span></p>
<p>&#8220;Kualitas pertama, pensil mengingatkan kamu kalo kamu bisa berbuat hal yang hebat dalam hidup ini. Layaknya sebuah pensil ketika menulis, kamu jangan pernah lupa kalau ada tangan yang selalu membimbing langkah kamu dalam hidup ini. Kita menyebutnya tangan Tuhan, Dia akan selalu membimbing kita menurut kehendakNya&#8221;.<br />
&#8220;Kualitas kedua, dalam proses menulis, nenek kadang beberapa kali harus berhenti dan menggunakan rautan untuk menajamkan kembali pensil nenek. Rautan ini pasti akan membuat si pensil menderita. Tapi setelah proses meraut selesai, si pensil akan mendapatkan ketajamannya kembali. Begitu juga dengan kamu, dalam hidup ini kamu harus berani menerima penderitaan dan kesusahan, karena merekalah yang akan membuatmu menjadi orang yang lebih baik&#8221;.</p>
<p>&#8220;Kualitas ketiga, pensil selalu memberikan kita kesempatan untuk mempergunakan penghapus, untuk memperbaiki kata-kata yang salah. Oleh karena itu memperbaiki kesalahan kita dalam hidup ini, bukanlah hal yang jelek. Itu bisa membantu kita untuk tetap berada pada jalan yang benar&#8221;.</p>
<p>&#8220;Kualitas keempat, bagian yang paling penting dari sebuah pensil bukanlah bagian luarnya, melainkan arang yang ada di dalam sebuah pensil. Oleh sebab itu, selalulah hati-hati dan menyadari hal-hal di dalam dirimu&#8221;.</p>
<p>&#8220;Kualitas kelima, adalah sebuah pensil selalu meninggalkan tanda/goresan. Seperti juga kamu, kamu harus sadar kalau apapun yang kamu perbuat dalam hidup ini akan meninggalkan kesan. Oleh karena itu selalulah hati-hati dan sadar terhadap semua tindakan&#8221;.</p>
<p>sumber : <a href="http://www.beraniegagal.com/" target="_blank">BeranieGagal.com</a> </p>
<div class='wp_likes' id='wp_likes_post-292'>
<div  class='text'><b>4</b> people like this post.</div>
<div><a href=' javascript:wp_likes.like(292)' class='like' title='like this post'>Like</a>&nbsp;<img class='loader' src='http://salmansalsabila.net/blog/wp-content/plugins/wp-likes/images/spinner.gif' alt=''/></div>
</div>
<p style="white-space:nowrap"><img style="border:0px" src="http://tarpipe.com/img/tarpipe.png" />&nbsp;<a target="_blank" href="http://tarpipe.com/share/?t=Belajar+dari+Pensil&u=http%3A%2F%2Fsalmansalsabila.net%2Fblog%2Fosom%2Fbelajar-dari-pensil&b=Reading %22Belajar+dari+Pensil%22">Share now!</a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://salmansalsabila.net/blog/osom/belajar-dari-pensil/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Urbi Platform is going Open Source</title>
		<link>http://salmansalsabila.net/blog/opensource/urbi-platform-is-going-open-source</link>
		<comments>http://salmansalsabila.net/blog/opensource/urbi-platform-is-going-open-source#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Dec 2009 02:28:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>salmansalsabila</dc:creator>
				<category><![CDATA[Open Source]]></category>
		<category><![CDATA[Robotics]]></category>
		<category><![CDATA[urbi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://salmansalsabila.net/blog/?p=286</guid>
		<description><![CDATA[Alhamdulillah&#8230; barusan mendapatkan email dari tim pengembang Urbi. Oya, Urbi ini adalah salah satu platform yang biasa digunakan dalam pengembangan robotika. Tak sabar menanti Mei 2010 ketika Urbi telah benar-benar dirilis sebagai software open source.  
Urbi is going Open Source!

Gostai has a big announcement to make today! Urbi, the universal software platform
for robotics is [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Alhamdulillah&#8230; barusan mendapatkan email dari tim pengembang Urbi. Oya, Urbi ini adalah salah satu platform yang biasa digunakan dalam pengembangan robotika. Tak sabar menanti Mei 2010 ketika Urbi telah benar-benar dirilis sebagai software open source. <img src='http://salmansalsabila.net/blog/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<pre>Urbi is going Open Source!

Gostai has a big announcement to make today! Urbi, the universal software platform
for robotics is officially going open source, with a release date scheduled for May,
2010. This is a move that we have been waiting for a long time, and the decision is
now finally taken. We wanted to let you know as soon as possible, because it might
have a profound effect on how you imagine using and contributing to Urbi.

The license will be a GPL compatible license. There are still several candidates
that we are reviewing. In practice, it means that Urbi will be compatible with the
GNU GPL.

To know more about this decision and the practical consequences, we have set up a
dedicated page here:
<a href="http://www.gostai.com/urbi_os.php" target="_blank">http://www.gostai.com/urbi_os.php</a>

and there is a dedicated forum section for you to ask questions or simply say what
you think about this license change:
<a href="http://forum.gostai.com/viewforum.php?f=26" target="_blank">http://forum.gostai.com/viewforum.php?f=26</a>

Best regards
--
The Gostai Team

: : http//www.gostai.com
: : <a href="http://devblog.gostai.com/" target="_blank">http://devblog.gostai.com/</a></pre>
</p>
<div class='wp_likes' id='wp_likes_post-286'>
<div style='display:none' class='text'><b>0</b> people like this post.</div>
<div><a href=' javascript:wp_likes.like(286)' class='like' title='like this post'>Like</a>&nbsp;<img class='loader' src='http://salmansalsabila.net/blog/wp-content/plugins/wp-likes/images/spinner.gif' alt=''/></div>
</div>
<p style="white-space:nowrap"><img style="border:0px" src="http://tarpipe.com/img/tarpipe.png" />&nbsp;<a target="_blank" href="http://tarpipe.com/share/?t=Urbi+Platform+is+going+Open+Source&u=http%3A%2F%2Fsalmansalsabila.net%2Fblog%2Fopensource%2Furbi-platform-is-going-open-source&b=Reading %22Urbi+Platform+is+going+Open+Source%22">Share now!</a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://salmansalsabila.net/blog/opensource/urbi-platform-is-going-open-source/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Belajar dari Laba-laba</title>
		<link>http://salmansalsabila.net/blog/osom/belajar-dari-laba-laba</link>
		<comments>http://salmansalsabila.net/blog/osom/belajar-dari-laba-laba#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 Dec 2009 02:06:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>salmansalsabila</dc:creator>
				<category><![CDATA[Other Side of Me]]></category>
		<category><![CDATA[motivasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://salmansalsabila.net/blog/?p=280</guid>
		<description><![CDATA[Di suatu sore hari, tampak seorang pemuda tengah berada di sebuah taman umum. Dari raut wajahnya tampak kesedihan, kekecewaan dan frustasi yang menggantung disana. Dia sebentar berjalan dengan langkah gontai dan kepala tertunduk lesu, sebentar terduduk dan menghela napas panjang, kegiatan itu diulang berkali-kali seakan dia tidak tahu apa yang hendak dilakukannya.
Saat itu, tiba-tiba pandangan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Di suatu sore hari, tampak seorang pemuda tengah berada di sebuah taman umum. Dari raut wajahnya tampak kesedihan, kekecewaan dan frustasi yang menggantung disana. Dia sebentar berjalan dengan langkah gontai dan kepala tertunduk lesu, sebentar terduduk dan menghela napas panjang, kegiatan itu diulang berkali-kali seakan dia tidak tahu apa yang hendak dilakukannya.</p>
<p>Saat itu, tiba-tiba pandangan matanya terpaku pada gerakan seekor laba-laba yang sedang membuat sarangnya diantara ranting sebatang pohon tempat dia duduk sambil melamun. Dengan perasaan iseng dan kesal diambilnya sebatang ranting dan segera sarang laba-laba itupun menjadi korban kejengkelan dan keisengannya, dirusak tanpa ampun. Perhatiannya teralih sementara untuk mengamati ulah si laba-laba. Dalam hati dia ingin tahu, kira-kira Apa yang akan dikerjakan laba-laba setelah sarangnya hancur oleh tangan isengnya? Apakah laba-laba akan lari terbirit-birit atau dia akan membuat kembali sarangnya di tempat lain?</p>
<p><span id="more-280"></span>Pertanyaan itu tidak membutuhkan jawaban untuk waktu yang lama. Karena si laba-laba kembali ke tempatnya semula, mulai mengulangi kegiatan yang sama, merayap-merajut-melompat, setiap helai benang dipintalnya dari awal, semakin lama semakin lebar dan hampir menyelesaikan seluruh pembuatan sarang barunya.Setelah menyaksikan usaha si laba-laba yang sibuk bekerja lagi dengan semangat penuh memperbaiki dan membuat sarang baru, kembali ranting si pemuda beraksi dengan tujuan menghancurkan sarang tersebut untuk kedua kalinya. Dengan perasaan puas dan ingin tahu, diamati ulah si laba-laba, apa gerangan yang akan dikerjakannya setelah pengrusakan sarang kedua kalinya? Ternyata untuk ketiga kalinya, laba-laba mengulangi kegiatannya, kembali memulai dari awal dengan bersemangat merayap-merajut-melompat dengan setiap helai benang yang dihasilkan dari tubuhnya, memintal membuat sarang sedikit demi sedikit.</p>
<p>Melihat dan mengamati ulah laba-laba, membangun sarang yang telah hancur untuk ke tigakalinya, saat itulah si pemuda mendadak sontak tersadarkan. Tidak peduli berapa kali sarang laba-laba dirusak dan dihancurkan, sebanyak itu pula laba-laba membangun sarangnya kembali. dengan giat bekerja tanpa mengenal lelah, Semangat binatang kecil sungguh luar biasa!!</p>
<p>Hal itu menimbulkan perasaan malu Si pemuda. Karena sesungguhnya, si pemuda berada di taman itu, dengan hati dan perasaan gundah karena dia baru saja mengalami satu kali kegagalan! Melihat semangat pantang menyerah laba-laba, dia pun berjanji dalam hati : Aku tidak pantas mengeluh dan putus asa karena telah mengalami satu kali kegagalan. Aku harus bangkit lagi ! berjuang dengan lebih giat dan siap memerangi setiap kegagalan yang menghadang, seperti semangat laba-laba kecil yang membangun sarangnya kembali dari setiap kehancuran!<em><strong></strong></em></p>
<p><em><strong>kegagalan adalah bagian kecil dari proses kesuksesan.<br />
</strong></em><br />
Kegagalan bukan berarti kita harus menyerah apalagi putus asa, kegagalan itu berarti kita harus introspeksi diri dan berikhtiar lebih keras dari hari kemarin, selama kita masih memiliki tujuan yang menggairahkan untuk di capai, tidak pantas kita patah semangat ditengah jalan, karena dalam kenyataannya , tidak ada sukses sejati yang tercipta tanpa melewati kegagalan. Jangan takut gagal!<br />
Kegagalan adalah bagian kecil dari proses kesuksesan.</p>
<p>Sumber : <a href="http://www.andriewongso.com" target="_blank">AndrieWongso.Com</a> </p>
<div class='wp_likes' id='wp_likes_post-280'>
<div  class='text'><b>2</b> people like this post.</div>
<div><a href=' javascript:wp_likes.like(280)' class='like' title='like this post'>Like</a>&nbsp;<img class='loader' src='http://salmansalsabila.net/blog/wp-content/plugins/wp-likes/images/spinner.gif' alt=''/></div>
</div>
<p style="white-space:nowrap"><img style="border:0px" src="http://tarpipe.com/img/tarpipe.png" />&nbsp;<a target="_blank" href="http://tarpipe.com/share/?t=Belajar+dari+Laba-laba&u=http%3A%2F%2Fsalmansalsabila.net%2Fblog%2Fosom%2Fbelajar-dari-laba-laba&b=Reading %22Belajar+dari+Laba-laba%22">Share now!</a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://salmansalsabila.net/blog/osom/belajar-dari-laba-laba/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kerja adalah Kehormatan</title>
		<link>http://salmansalsabila.net/blog/osom/kerja-adalah-kehormatan</link>
		<comments>http://salmansalsabila.net/blog/osom/kerja-adalah-kehormatan#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 Dec 2009 01:57:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>salmansalsabila</dc:creator>
				<category><![CDATA[Other Side of Me]]></category>
		<category><![CDATA[motivasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://salmansalsabila.net/blog/?p=278</guid>
		<description><![CDATA[Seorang eksekutif muda sedang beristirahat siang di sebuah kafe terbuka. Sambil sibuk mengetik di laptopnya, saat itu seorang gadis kecil yang membawa beberapa tangkai bunga menghampirinya.
”Om beli bunga Om.”
”Tidak Dik, saya tidak butuh,” ujar eksekutif muda itu tetap sibuk dengan laptopnya.
”Satu saja Om, kan bunganya bisa untuk kekasih atau istri Om,” rayu si gadis kecil.
Setengah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Seorang eksekutif muda sedang beristirahat siang di sebuah kafe terbuka. Sambil sibuk mengetik di laptopnya, saat itu seorang gadis kecil yang membawa beberapa tangkai bunga menghampirinya.</p>
<p>”Om beli bunga Om.”</p>
<p>”Tidak Dik, saya tidak butuh,” ujar eksekutif muda itu tetap sibuk dengan laptopnya.</p>
<p>”Satu saja Om, kan bunganya bisa untuk kekasih atau istri Om,” rayu si gadis kecil.</p>
<p>Setengah kesal dengan nada tinggi karena merasa terganggu keasikannya si pemuda berkata, ”Adik kecil tidak melihat Om sedang sibuk? Kapan-kapan ya kalo Om butuh Om akan beli bunga dari kamu.”</p>
<p>Mendengar ucapan si pemuda, gadis kecil itu pun kemudian beralih ke orang-orang yang lalu lalang di sekitar kafe itu. Setelah menyelesaikan istirahat siangnya, si pemuda segera beranjak dari kafe itu. Saat berjalan keluar ia berjumpa lagi dengan si gadis kecil penjual bunga yang kembali mendekatinya.</p>
<p>”Sudah selesai kerja Om, sekarang beli bunga ini dong Om, murah kok satu tangkai saja.” Bercampur antara jengkel dan kasihan si pemuda mengeluarkan sejumlah uang dari sakunya.</p>
<p><span id="more-278"></span></p>
<p>”Ini uang 2000 rupiah buat kamu. Om tidak mau bunganya, anggap saja ini sedekah untuk kamu,” ujar si pemuda sambil mengangsurkan uangnya kepada si gadis kecil. Uang itu diambilnya, tetapi bukan untuk disimpan, melainkan ia berikan kepada pengemis tua yang kebetulan lewat di sekitar sana.</p>
<p>Pemuda itu keheranan dan sedikit tersinggung. ”Kenapa uang tadi tidak kamu ambil, malah kamu berikan kepada pengemis?” Dengan keluguannya si gadis kecil menjawab, ”Maaf Om, saya sudah berjanji dengan ibu saya bahwa saya harus menjual bunga-bunga ini dan bukan mendapatkan uang dari meminta-minta. Ibu saya selalu berpesan walaupun tidak punya uang kita tidak bolah menjadi pengemis.”</p>
<p>Pemuda itu tertegun, betapa ia mendapatkan pelajaran yang sangat berharga dari seorang anak kecil bahwa <strong>kerja adalah sebuah kehormatan</strong>, meski hasil tidak seberapa tetapi keringat yang menetes dari hasil kerja keras adalah sebuah kebanggaan. Si pemuda itu pun akhirnya mengeluarkan dompetnya dan membeli semua bunga-bunga itu, bukan karena kasihan, tapi karena semangat kerja dan keyakinan si anak kecil yang memberinya pelajaran berharga hari itu.</p>
<p><strong>Tidak jarang kita menghargai pekerjaan sebatas pada uang atau upah yang diterima. Kerja akan bernilai lebih jika itu menjadi kebanggaan bagi kita. Sekecil apapun peran dalam sebuah pekerjaan, jika kita kerjakan dengan sungguh-sungguh akan memberi nilai kepada manusia itu sendiri. Dengan begitu, setiap tetes keringat yang mengucur akan menjadi sebuah kehormatan yang pantas kita perjuangan.</strong></p>
<p>sumber : <a href="http://www.andriewongso.com/" target="_blank">AndrieWongso.Com</a> </p>
<div class='wp_likes' id='wp_likes_post-278'>
<div style='display:none' class='text'><b>0</b> people like this post.</div>
<div><a href=' javascript:wp_likes.like(278)' class='like' title='like this post'>Like</a>&nbsp;<img class='loader' src='http://salmansalsabila.net/blog/wp-content/plugins/wp-likes/images/spinner.gif' alt=''/></div>
</div>
<p style="white-space:nowrap"><img style="border:0px" src="http://tarpipe.com/img/tarpipe.png" />&nbsp;<a target="_blank" href="http://tarpipe.com/share/?t=Kerja+adalah+Kehormatan&u=http%3A%2F%2Fsalmansalsabila.net%2Fblog%2Fosom%2Fkerja-adalah-kehormatan&b=Reading %22Kerja+adalah+Kehormatan%22">Share now!</a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://salmansalsabila.net/blog/osom/kerja-adalah-kehormatan/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Keras pada Diri Sendiri, Toleransi dengan Orang Lain</title>
		<link>http://salmansalsabila.net/blog/osom/keras-pada-diri-sendiri-toleransi-dengan-orang-lain</link>
		<comments>http://salmansalsabila.net/blog/osom/keras-pada-diri-sendiri-toleransi-dengan-orang-lain#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 Nov 2009 15:45:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>salmansalsabila</dc:creator>
				<category><![CDATA[Other Side of Me]]></category>
		<category><![CDATA[kisah inspiratif]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://salmansalsabila.net/blog/?p=275</guid>
		<description><![CDATA[Baru baca kisah inspiratif asal negeri Tiongkok dari milis ForumPembacaKompas. Semoga bisa diambil manfaatnya.
Fan Chunren (1027-c.1101) adalah anak kedua Fan Zhongyan, seorang sastrawan terkenal dalam sejarah China dan tokoh politik penting dalam Dinasti Song (960-1279). Dia mengajarkan anak-anaknya untuk hidup sesuai dengan standar moral yang tinggi.
&#8220;Orang yang paling bodoh bisa menjadi sangat rasional ketika dia [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Baru baca kisah inspiratif asal negeri Tiongkok dari milis ForumPembacaKompas. Semoga bisa diambil manfaatnya.</p>
<p>Fan Chunren (1027-c.1101) adalah anak kedua Fan Zhongyan, seorang sastrawan terkenal dalam sejarah China dan tokoh politik penting dalam Dinasti Song (960-1279). Dia mengajarkan anak-anaknya untuk hidup sesuai dengan standar moral yang tinggi.</p>
<p>&#8220;<em>Orang yang paling bodoh bisa menjadi sangat rasional ketika dia melihat kesalahan orang lain, dan orang yang sangat pintar bisa menjadi sangat bodoh ketika dia mencari alasan atas kesalahannya sendiri. Oleh karena itu, jika seseorang dapat menegur diri sendiri seperti dia mencela orang lain dan memaafkan orang lain seperti dia memaafkan dirinya sendiri, maka orang itu dapat dengan mudah menjadi seorang bijak</em>,&#8221; katanya.</p>
<p>Sebagian orang bertanya pada Fan bagaimana pedoman untuk mematut diri sendiri dan orang lain. Dia menjawab, &#8220;<em>Hanya orang yang sederhana dapat memupuk rasa hormat dan malu, dan hanya dengan memaafkan dapat membawa kebajikan dan pahala</em>&#8220;.</p>
<p><span id="more-275"></span>Fan berlatih <em>kultivasi diri</em>. Setiap hari setelah kembali dari kantor pemerintah, dia mengganti pakaiannya dengan sesuatu yang murah. Dia juga tidak pernah memilih-milih makanan yang dia makan. Dia terus melakukan ini terlepas dari pangkat yang telah dia capai sepanjang hidupnya.</p>
<p>Dalam berhubungan dengan orang lain, orang Tiongkok kuno mendidik anak-anak mereka untuk bersifat keras terhadap diri sendiri dan memaafkan orang lain. Oleh karena itu Fan menasehati anak-anak dan murid-muridnya bahwa kunci moralitas yang tinggi adalah &#8220;<strong><em>mengecam diri dengan cara seperti diri sendiri menemukan kesalahan orang lain dan memaafkan orang lain seperti seseorang memaafkan dirinya sendiri</em></strong>&#8220;.</p>
<p>Dalam prakteknya, ini tidak begitu mudah. Orang cenderung melihat dunia sebagai tidak memuaskan, korup, merasa tidak puas dan tidak nyaman. Jengkel dan terganggu, mereka mulai menyalahkan dan mencela orang lain.</p>
<p>Kita sering membicarakan banyak prinsip-prinsip besar untuk menutupi masalah kita sendiri. Ketika kita melihat kekurangan orang lain, kita merasa nyaman dengan diri kita sendiri. Ini bukanlah cara untuk kultivasi tingkah laku seseorang.</p>
<p>Langkah pertama dalam berkultivasi pahala adalah dengan mulai mengidentifikasi kekurangan kita sendiri. Setelah kita mempelajari sebuah prinsip, akan mudah untuk menerapkannya kepada orang lain, tetapi jauh lebih sulit untuk menerapkannya ke diri kita sendiri.</p>
<p>Hanya berbicara tentang prinsip-prinsip itu tidak akan berhasil kecuali kita menerapkannya dalam tindakan nyata. Setiap kali timbul konflik atau kesulitan, kita harus terlebih dahulu memperbaiki diri sendiri daripada mengkritik atau menyalahkan orang lain. Modal moral kita akan bertambah jika kita dapat terus menerus memeriksa diri sendiri dan toleransi dengan kesalahan-kesalahan orang lain. Hal ini, pada gilirannya akan memungkinkan kita untuk mempengaruhi orang lain dengan cara yang positif.</p>
<p>Masalah yang kita lihat pada orang lain harus berfungsi sebagai pengingat untuk diri kita sendiri untuk tidak membuat kesalahan yang sama. Jika kita dapat sungguh-sungguh memaafkan orang lain dengan cara yang sama kita memaafkan diri sendiri, kesucian akan berada dalam jangkauan. </p>
<div class='wp_likes' id='wp_likes_post-275'>
<div  class='text'><b>4</b> people like this post.</div>
<div><a href=' javascript:wp_likes.like(275)' class='like' title='like this post'>Like</a>&nbsp;<img class='loader' src='http://salmansalsabila.net/blog/wp-content/plugins/wp-likes/images/spinner.gif' alt=''/></div>
</div>
<p style="white-space:nowrap"><img style="border:0px" src="http://tarpipe.com/img/tarpipe.png" />&nbsp;<a target="_blank" href="http://tarpipe.com/share/?t=Keras+pada+Diri+Sendiri%2C+Toleransi+dengan+Orang+Lain&u=http%3A%2F%2Fsalmansalsabila.net%2Fblog%2Fosom%2Fkeras-pada-diri-sendiri-toleransi-dengan-orang-lain&b=Reading %22Keras+pada+Diri+Sendiri%2C+Toleransi+dengan+Orang+Lain%22">Share now!</a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://salmansalsabila.net/blog/osom/keras-pada-diri-sendiri-toleransi-dengan-orang-lain/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Wanted : Pembawa Surat Untuk Garcia</title>
		<link>http://salmansalsabila.net/blog/osom/wanted-pembawa-surat-untuk-garcia</link>
		<comments>http://salmansalsabila.net/blog/osom/wanted-pembawa-surat-untuk-garcia#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 08 Nov 2009 07:15:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>salmansalsabila</dc:creator>
				<category><![CDATA[Other Side of Me]]></category>
		<category><![CDATA[kisah]]></category>
		<category><![CDATA[pembawa surat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://salmansalsabila.net/blog/?p=270</guid>
		<description><![CDATA[Kisah ini diangkat dari kisah nyata pada masa peralihan dari abad ke-19 ke abad ke-20. Pada masa itu sedang terjadi perang antara Spanyol dan Amerika Serikat. Presiden Amerika Serikat perlu menyampaikan pesan kepada seorang tokoh revolusioner Kuba bernama Garcia. Dia bersembunyi di suatu tempat di Pulau Kuba yang tidak terjangkau oleh layanan pos maupun telegram, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kisah ini diangkat dari kisah nyata pada masa peralihan dari abad ke-19 ke abad ke-20. Pada masa itu sedang terjadi perang antara Spanyol dan Amerika Serikat. Presiden Amerika Serikat perlu menyampaikan pesan kepada seorang tokoh revolusioner Kuba bernama Garcia. Dia bersembunyi di suatu tempat di Pulau Kuba yang tidak terjangkau oleh layanan pos maupun telegram, Tak seorang pun tahu bagaimana mencapainya. Tetapi seorang perwira menyatakan bahwa jika ada orang yang bisa melakukannya, orang itu adalah seorang perwira bernama Rowan.</p>
<p>Saat Presiden Mc Kinley memberikan surat kepada Rowan di Washington D.C., perwira tersebut tidak bertanya, &#8220;Di mana dia? Bagaimana saya bisa ke sana? Apa yang ingin Anda lakukan saat saya sudah sampai di sana? Bagaimana saya kembali ke sini?&#8221;. Dia hanya mengambil surat tersebut dan memikirkan sendiri cara mencapai Garcia. Dia naik kereta ke New York; naik kapal ke Jamaika; dan melewati blokade Spanyol untuk mencapai Kuba di sebuah perahu layar.</p>
<p><span id="more-270"></span></p>
<p>Lalu ia naik kereta kuda, berjalan dan mengendarai kuda melalui hutan Kuba. Setelah sembilan hari perjalanan, Rowan menyampaikan surat tersebut kepada Garcia pada pukul sembilan pagi. Sore harinya, pukul lima dia memulai perjalanan kembali ke Amerika Serikat.</p>
<p>Kisah ini mengajarkan kita tentang adanya sebuah kekuatan besar dalam gagasan untuk mengambil tanggung jawab dan melakukannya (yaitu membuat sesuatu terjadi). Seorang pengarang terkenal bernama Elbert Hubbar merasa kagum pada orang yang melakukan pekerjaannya baik saat &#8220;bos&#8221; sedang ada di tempatnya maupun tidak. Orang yang, jika dititipkan sepucuk surat untuk Garcia, akan menjalankan tugas tersebut, tanpa menanyakan berbagai pertanyaan bodoh, dan tanpa maksud tersembunyi untuk melemparkannya ke comberan terdekat, atau melakukan apa pun selain untuk mencapai tujuannya. Mengutip Elbert Hubbar, &#8220;Peradaban adalah sebuah pencarian yang panjang dan melelahkan terhadap orang-orang semacam ini. Apa pun yang diminta oleh orang seperti ini akan diberikan;  orang semacam ini begitu langka, sehingga tak seorang pemberi kerja pun yang sanggup untuk membiarkannya pergi. Dia diinginkan di setiap kota, desa maupun kampung &#8211; di setiap kantor, toko, pabrik dan gudang. Dunia menangis mengiba untuk orang seperti ini : dia diperlukan dan amat diperlukan &#8211; orang yang bisa &#8220;membawa pesan untuk Garcia&#8221;.</p>
<p>Semoga kita semua bisa mencontoh Rowan, Sang Pembawa Pesan untuk Garcia <img src='http://salmansalsabila.net/blog/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Referensi : The 8th Habit (Stephen R. Covey) </p>
<div class='wp_likes' id='wp_likes_post-270'>
<div style='display:none' class='text'><b>0</b> people like this post.</div>
<div><a href=' javascript:wp_likes.like(270)' class='like' title='like this post'>Like</a>&nbsp;<img class='loader' src='http://salmansalsabila.net/blog/wp-content/plugins/wp-likes/images/spinner.gif' alt=''/></div>
</div>
<p style="white-space:nowrap"><img style="border:0px" src="http://tarpipe.com/img/tarpipe.png" />&nbsp;<a target="_blank" href="http://tarpipe.com/share/?t=Wanted+%3A+Pembawa+Surat+Untuk+Garcia&u=http%3A%2F%2Fsalmansalsabila.net%2Fblog%2Fosom%2Fwanted-pembawa-surat-untuk-garcia&b=Reading %22Wanted+%3A+Pembawa+Surat+Untuk+Garcia%22">Share now!</a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://salmansalsabila.net/blog/osom/wanted-pembawa-surat-untuk-garcia/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Negeri Para Bedebah</title>
		<link>http://salmansalsabila.net/blog/osom/negeri-para-bedebah</link>
		<comments>http://salmansalsabila.net/blog/osom/negeri-para-bedebah#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 05 Nov 2009 07:02:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>salmansalsabila</dc:creator>
				<category><![CDATA[Other Side of Me]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://salmansalsabila.net/blog/?p=267</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Adhie Massardi
Ada satu negeri yang dihuni para bedebah
Lautnya pernah dibelah tongkat Musa
Nuh meninggalkan daratannya karena direndam bah
Dari langit burung-burung kondor jatuhkan bebatuan menyala-nyala
Tahukah kamu ciri-ciri negeri para bedebah?
Itulah negeri yang para pemimpinnya hidup mewah
Tapi rakyatnya makan dari mengais sampah
Atau jadi kuli di negeri orang yang upahnya serapah dan bogem mentah
Di negeri para bedebah
Orang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh : Adhie Massardi</p>
<p>Ada satu negeri yang dihuni para bedebah<br />
Lautnya pernah dibelah tongkat Musa<br />
Nuh meninggalkan daratannya karena direndam bah<br />
Dari langit burung-burung kondor jatuhkan bebatuan menyala-nyala</p>
<p>Tahukah kamu ciri-ciri negeri para bedebah?<br />
Itulah negeri yang para pemimpinnya hidup mewah<br />
Tapi rakyatnya makan dari mengais sampah<br />
Atau jadi kuli di negeri orang yang upahnya serapah dan bogem mentah</p>
<p>Di negeri para bedebah<br />
Orang baik dan bersih dianggap salah<br />
Dipenjarakan hanya karena sering ketemu wartawan<br />
Menipu rakyat dengan pemilu menjadi lumrah<br />
Karena hanya penguasa yang boleh marah<br />
Sedang rakyatnya hanya bisa pasrah</p>
<p>Maka bila negerimu dikuasai para bedebah<br />
Jangan tergesa-gesa mengadu kepada Allah<br />
Karena Tuhan tak akan mengubah suatu kaum<br />
Kecuali kaum itu sendiri mengubahnya</p>
<p>Maka bila negerimu dikuasai para bedebah<br />
Usirlah mereka dengan revolusi<br />
Bila tak mampu dengan revolusi,<br />
Dengan demonstrasi<br />
Bila tak mampu dengan demonstrasi, dengan diskusi<br />
Tapi itulah selemah-lemahnya iman perjuangan </p>
<div class='wp_likes' id='wp_likes_post-267'>
<div  class='text'><b>2</b> people like this post.</div>
<div><a href=' javascript:wp_likes.like(267)' class='like' title='like this post'>Like</a>&nbsp;<img class='loader' src='http://salmansalsabila.net/blog/wp-content/plugins/wp-likes/images/spinner.gif' alt=''/></div>
</div>
<p style="white-space:nowrap"><img style="border:0px" src="http://tarpipe.com/img/tarpipe.png" />&nbsp;<a target="_blank" href="http://tarpipe.com/share/?t=Negeri+Para+Bedebah&u=http%3A%2F%2Fsalmansalsabila.net%2Fblog%2Fosom%2Fnegeri-para-bedebah&b=Reading %22Negeri+Para+Bedebah%22">Share now!</a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://salmansalsabila.net/blog/osom/negeri-para-bedebah/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
