Wanted : Pembawa Surat Untuk Garcia
Kisah ini diangkat dari kisah nyata pada masa peralihan dari abad ke-19 ke abad ke-20. Pada masa itu sedang terjadi perang antara Spanyol dan Amerika Serikat. Presiden Amerika Serikat perlu menyampaikan pesan kepada seorang tokoh revolusioner Kuba bernama Garcia. Dia bersembunyi di suatu tempat di Pulau Kuba yang tidak terjangkau oleh layanan pos maupun telegram, Tak seorang pun tahu bagaimana mencapainya. Tetapi seorang perwira menyatakan bahwa jika ada orang yang bisa melakukannya, orang itu adalah seorang perwira bernama Rowan.
Saat Presiden Mc Kinley memberikan surat kepada Rowan di Washington D.C., perwira tersebut tidak bertanya, “Di mana dia? Bagaimana saya bisa ke sana? Apa yang ingin Anda lakukan saat saya sudah sampai di sana? Bagaimana saya kembali ke sini?”. Dia hanya mengambil surat tersebut dan memikirkan sendiri cara mencapai Garcia. Dia naik kereta ke New York; naik kapal ke Jamaika; dan melewati blokade Spanyol untuk mencapai Kuba di sebuah perahu layar.
Lalu ia naik kereta kuda, berjalan dan mengendarai kuda melalui hutan Kuba. Setelah sembilan hari perjalanan, Rowan menyampaikan surat tersebut kepada Garcia pada pukul sembilan pagi. Sore harinya, pukul lima dia memulai perjalanan kembali ke Amerika Serikat.
Kisah ini mengajarkan kita tentang adanya sebuah kekuatan besar dalam gagasan untuk mengambil tanggung jawab dan melakukannya (yaitu membuat sesuatu terjadi). Seorang pengarang terkenal bernama Elbert Hubbar merasa kagum pada orang yang melakukan pekerjaannya baik saat “bos” sedang ada di tempatnya maupun tidak. Orang yang, jika dititipkan sepucuk surat untuk Garcia, akan menjalankan tugas tersebut, tanpa menanyakan berbagai pertanyaan bodoh, dan tanpa maksud tersembunyi untuk melemparkannya ke comberan terdekat, atau melakukan apa pun selain untuk mencapai tujuannya. Mengutip Elbert Hubbar, “Peradaban adalah sebuah pencarian yang panjang dan melelahkan terhadap orang-orang semacam ini. Apa pun yang diminta oleh orang seperti ini akan diberikan; orang semacam ini begitu langka, sehingga tak seorang pemberi kerja pun yang sanggup untuk membiarkannya pergi. Dia diinginkan di setiap kota, desa maupun kampung – di setiap kantor, toko, pabrik dan gudang. Dunia menangis mengiba untuk orang seperti ini : dia diperlukan dan amat diperlukan – orang yang bisa “membawa pesan untuk Garcia”.
Semoga kita semua bisa mencontoh Rowan, Sang Pembawa Pesan untuk Garcia
Referensi : The 8th Habit (Stephen R. Covey)
2. Right-Click then Copy
3. Paste the HTML code into your webpage

Salman Salsabila, anak kedua dari sembilan bersaudara. Lahir di Cirebon, 25 September 1989. Menyelesaikan pendidikan SD, SMP dan SMA di Serang, Banten. Pernah mengikuti karate dan PMR di SMP N 4 Serang. Menjadi ketua RISMA SMAN 1 Serang periode 2004-2005 dan Ketua Umum KAPMI Daerah Banten periode 2005-2006. Beberapa kali mewakili SMA N 1 Serang meraih juara di perlombaan tingkat Kabupaten, Provinsi dan Nasional. Kini, sebagai mahasiswa tingkat 4 Fasilkom UI. Menjadi salah seorang peraih 








